BERHEMAT DENGAN LISTRIK PRABAYAR

Sudah tidak dipungkiri lagi listrik merupakan sumber energi yang sangat penting dan dibutuhkan dalam aktivitas kegiatan manusia. Lebih-lebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Ketergantungan mereka terhadap energi listrik begitu besar. Mulai dari penerangan rumah, menghidupkan peralatan rumah tangga yang serba elektronik, hingga sarana hobi dan hiburan yang juga menggunakan energi listrik.

Menggunakan peralatan yang menggunakan energi listrik memang membuat hidup makin mudah. Akan tetapi biaya untuk membayar tagihan listrik, bagi mereka yang menggunakan jasa listrik PLN, akan meningkat. Dengan sistem pascabayar yang selama ini sudah digunakan oleh PT. PLN terkadang membuat konsumen terlena. Asyik menggunakan listrik seenaknya, tak terasa tagihan listrik membengkak. Kalau ada uang tak masalah. Lain persoalan apabila uang untuk membayarnya kurang, wah bisa membuat pusing kepala.

“Berhemat” merupakan langkah yang paling bijaksana agar tidak “pusing” menjelang tanggal 20. “Nyalakan seperlunya. Matikan selebihnya!” ini salah satu kampanye hemat listrik yang disampaikan oleh PT. PLN. Namun nampaknya kampanye tersebut masih kurang efektif. Masih saja banyak konsumen ketika akan membayar tagihan listriknya yang merasa terlalu besar.

Disisi lain PT. PLN juga sempat diberitakan kekurangan daya listrik yang diakibatkan oleh penggunaan listrik yang jor-joran. Hal ini terjadi terutama pada waktu beban puncak, dimana industri maupun rumahtangga menggunakan banyak energi listrik. Akibatnya terjadi penurunan daya (spaneng) atau bahkan pemadaman bergilir di beberapa tempat.

Kini PT. PLN mengeluarkan kebijakan baru dengan menggunakan sitem prabayar (token). Dengan sistem listrik prabayar ini konsumen tidak lagi dipusingkan dengan tagihan listrik yang kadang membengkak. Kosumen tinggal membeli token (semacam pulsa) berupa kode angka dan tinggal memasukannya ke standar meter.

Ada beberapa keuntungan bagi kosumen dengan listrik prabayar ini, diantaranya adalah:

  1. Konsumen bisa berhemat dalam menggunakan listrik sesuai keinginan dan keuangan.
  2. Tidak ada biaya beban yang ditanggung oleh konsumen seperti pada sistem pascabayar.
  3. Tidak perlu lagi mengingat tanggal 20 sebagai batas waktu pembayaran tagihan.
  4. Apabila listrik tidak diisi lama pun tidak perlu khawatir adanya pemutusan jaringan.
  5. Bagi mereka yang tinggal di perkotaan, standar meter kwh dapat disimpan di dalam rumah karena tidak ada pengontrolan meter listrik oleh petugas.
  6. Pembelian token (pulsa listrik) dapat dengan mudah diperoleh di banyak tempat baik Kantor Pos maupun Online Bank (PPOB).

Sementara bagi PT. PLN sendiri dengan penggunaan sistem prabayar dapat mengurangi bahkan menghilangkan tunggakan konsumen. Selain itu juga menghemat biaya petugas kontrol meter.

Akhirnya, mau pake sistem prabayar ataupun pascabayar, “HEMAT” adalah kata yang paling bijaksana dalam menggunakan energi listrik. *anayrun*

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s